Pembangunan Puskesmas Malala Dondo Diduga Bermasalah, Aparat Hukum Harus Turun Tangan

Redaksi
Tampak kerusakan pada lantai bangunan (Foto : Posrakyat.com)
A-AA+A++

Posrakyat.com, Tolitoli – Proyek pembangunan sarana dan prasara puskesmas desa Malala, kecamatan Dondo, kabupaten Tolitoli tahun anggaran 2017 dengan nilai Rp. 2.648.839.000, yang pekerjaannya dimulai sekira bulan Juli dan berakhir pada bulan Desember tampak mengalami kerusakan dan terancam ambruk.

Berdasarkan fakta lapangan yang dihimpun media ini, terlihat dibeberapa bagian dari bangunan mengalami retak pada lantai dan tiang selasar bangunan. Dan hingga saat ini pihak pelaksana PT. Megatama Karya Sentosa belum memberikan keterangan terkait penyebab terjadinya kerusakan pada bangunan tersebut.

Pemerhati kontruksi Herman T mengatakan, kerusakan yang terlihat itu mengindikasikan kualitas dari pekerjaan tersebut kurang maksimal, dan diperkirakan bangunan tidak akan bertahan lama.

“Adanya kerusakan dibeberapa bagian bangunan diduga proses pekerjaan tidak sesuai spesifikasi sehingga menyebabkan terjadinya retakan pada lantai dan selasar bangunan”. Ucap Herman, Jum’at 3 Agustus 2018.

Ia menambahkan, retakan pada lantai bangunan biasa disebabkan karena kurang tebalnya material campuran dan kepadatan timbunan. Adapun terkait selasar bangunan yang retak dan terancam patah, menurutnya, hal ini diduga campuran semennya kurang atau bisa juga disebabkan pengurangan besi pada tulangan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Fatma saat di konfirmasi oleh media ini via telpon, dirinya membenarkan mengenai kerusakan yang terjadi pada pembangunan Puskesmas Malala Dondo. Namun menurutnya, kerusakan itu sudah dilakukan perbaikan sekira bulan Juni 2018.

“Saat ada laporan mengenai kerusakan pada bangunan itu kami segera lakukan kordinasi dengan pihak pelaksana agar dilakukan perbaikan secepatnya. Kemungkinan penyebab dari kerusakan karena adanya pergeseran tanah. Dan kini bangunan itu telah difungsikan”, jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulteng, Ivan Y. mengindikasi terjadinya praktek korupsi pada pelaksanaan pembangunan Puskesmas Malala Dondo, dengan upaya meraup keuntungan yang besar, dan meminta aparat penegak hukum segera lakukan tindakan penyelidikan dan penyidikan.

“Jika melihat hasil pekerjaan tersebut dibeberapa bagian bangunan terlihat mengalami kerusakan. Padahal bagunan baru saja selesai dikerjakan. Kami menduga bobroknya hasil pekerjaan itu mengindikasikan adanya upaya dari pihak pelakasana untuk meraup keuntungan yang lebih besar yang menyebabkan hasil dari pekerjaan kurang baik. Olehnya itu kami meminta aparat penegak hukum untuk segera melakuakan tindakan penyelidikan dan penyidikan pada pembangunan Puskesmas Malala Dondo”, tegasnya.

(Zoel)