Berdamai dengan GP Ansor, Ikram Ibrahim Mengaku Khilaf

oleh -
oleh
Ikram Ibrahim

Ikram Ibrahim menjelaskan, awalnya ia hanya iseng membagikan foto dan artikel yang menyinggung GP Ansor.

Ia mengaku, tidak ada niat jahat terhadap salah satu organisasi terbesar di Indonesia itu.

Selain minta maaf atas tindakannya, Ikram juga bersedia bergabung dengan organisasi yang didirikan pada tanggal 24 April 1934 ini.

Lebih lanjut ia menyampaikan, NU bukan hal baru di hidupnya. Pasalnya, ia sempat bergabung di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang juga salah satu organisasi kemahasiswaan di bawah panji NU.

Selain itu, mantan Ketua BEM Universitas Muslim Indonesia (UMI) sempat menjadi panitia Muktamar NU di Makasar, Sulawesi Selatan.

Penulis:  Arham Bustaman