Inspektorat, ULP, Pokja, dan PPK Kompak Bungkam Soal Dugaan Rekayasa Tender Pasar Bahodopi di Kabupaten Morowali

oleh -
oleh
Proyek pasar Bahodopi di Kabupaten Morowali dalam proses pengerjaan. Foto: Tim

Sumber lain mengungkapkan adanya dugaan konspirasi untuk memenangkan salah satu perusahaan. Proses pengadaan tenaga teknis yang dipakai PT Anita Mitra Setia disebut melibatkan agen penyedia tenaga.

“Ada kelompok yang mengatur supaya pihak yang sekarang kerja proyek itu menang. Patut diduga ada deal-deal agar menjadi pemenang,” kata sumber tersebut.

Menanggapi hal ini, Koordinator SAKSI Sulteng, Supardi S.Sos, menilai sikap bungkam para pejabat, termasuk Bupati Morowali, menguatkan dugaan pemufakatan jahat dalam tender tersebut.

“Dengan hasil investigasi teman-teman media, sangat bisa dipastikan ada kelompok yang mengatur pemenang tender. Potensi terjadinya kolusi, korupsi, dan nepotisme sangat mungkin terjadi,” tegasnya.

Supardi juga menilai dugaan penggunaan data palsu bukan hanya terjadi pada tender Pasar Bahodopi, tetapi juga berpotensi pada proyek besar lainnya di Morowali.

“Kasus ini harus jadi atensi KPK, Polri, dan Kejaksaan karena berpotensi terjadi penyimpangan serta adanya dugaan praktik KKN oleh penyelenggara negara,” tambahnya.

Ia sekaligus menyoroti lambannya respons aparat penegak hukum.

“Polres dan Kejaksaan di Morowali slow respon terhadap kasus tender Pasar Bahodopi. Apakah takut melakukan penyelidikan awal, ataukah enggan karena sudah mendapat kucuran dana hibah miliaran rupiah? Biasanya, kalau dapat hibah begini, proyek juga dikerjakan mitra penerima hibah. Kan tidak mungkin jeruk makan jeruk?” pungkas Supardi.

(TIM)