“Kebetulan saya mengajar Bahasa Indonesia di kelas itu. Tapi saya tidak menyaksikan langsung kejadiannya. Karena di luar,” kata Yusrina.
Namun, kepala SMP Satap Pangiang, Samsul Bahri membantah jika disebut menendang. Alasannya dia hanya menggeser pakai kaki.
“Saya tidak tendang, hanya menggeser (sambil memperagakan pakai kaki). Setelah itu, saya suruh pulang, karena ada laporan dia (CL_red) sedang sakit,” bantah Samsul Bahri.
Karena kejadian ini, pihak keluarga CL tidak menerima anggota keluarganya diperlakukan seperti itu.
Sehingga dilaporkan ke pihak berwajib. Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Bambalamotu.
Penulis : Arham Bustaman






