Korban Bencana Palu Nyoblos di Pengungsian

oleh -
Warga Korban gempa dan likuifaksi kelurahan Petobo menyalurkan hak pilih di TPS di lokasi pengungsian, Rabu (17/4/2019). [Antara]

Palu, Posrakyat.com – Warga masyarakat korban gempa dan likuifaksi kelurahan Petobo, kecamatan Palu Selatan, kota Palu, Sulawesi Tengah laksanakan hak suaranya  di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing – masing. Rabu, 17 April 2019.

“Iya, pelaksanaan pemungutan suara di lakukan mulai pukul 07.30 Wita,” ucap Kepala Sekretariat TPS Desa Lolu Biromaru Kurniadin Latjedi.

Dilansir dari Antara, pantauan di lokasi pengungsian korban gempa dan likuifaksi Desa Lolu, jarak TPS dengan korban tidak berjauhan. Karena itu, korban mudah untuk mengunjungi TPS untuk menyalurkan hak pilih.
Terkait hal itu, PPS Desa Lolu Kecamatan Biromaru Anwar mengemukakan seluruh korban telah mendapat surat pemberitahuan untuk memilih.

“Distribusi surat pemberitahuan memilih berakhir kemarin pukul 16.00 wita,” sebut Anwar.

Di lokasi pengungsian terdapat 160 kepala keluarga menghuni huntara kompas, 136 huntara rotary, 300 kepala keluarga huntara BUMN, dan 139 kepala keluarga dompet duafa, 140 kepala keluarga huntara ACT.
Di Desa Lolu untuk pemilu kali ini terdapat 15 TPS, jauh lebih banyak di banding pemilu-pemilu sebelumnya jumlah TPS hanya 7. Jumlah DPT 3.097 jiwa.

Korban gempa dan likuefaksi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan juga menyalurkan hak pilih dengan muda di masing-masing TPS.

Korban berbondong-bondong mendatangani TPS yang telah di sediakan oleh penyelenggara pemilu untuk menyalurkan hak pilih pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden, legislatif dan DPD.

Total TPS di kelurahan Petobo sebanyak 27 TPS, 11 TPS terdapat di lokasi pengungsian. Jumlah pemilih di Kelurahan Petobo sebanyak 6.000 lebih.

Salah satu penghuni huntara di lokasi pengungsian Petobo, Akbar Wahid mengaku tidak sulit menyalurkan hak pilih, karena TPS yang di bangun dengan lokasi huntara.

“Tidak sulit, karena bisa berjalan kaki ke TPS untuk menyalurkan hak pilih,” tutur Akbar.

loading...