Pak Presiden Tolong Copot Mentri Perhubungan

oleh -
Mentri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi kanan.Foto: Istimewa

Oleh: Situr Wijaya

Lima bulan terakhir kita disugukan dengan isu nyata kenaikan harga tiket pesawat yang di luar batas. Kenapa saya katakana demikian, kenaikan harga tiket pesawat tidak dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Tapi kita tidak membahas ekonomi. Kita fokus ke kenaikan harga tiket.

Contoh kecil kenaikan harga tiket pesawat Palu ke Batam akhir tahun 2018 lalu masih normal Rp1,1 hingga 1,3 juta rupiah untuk penerbangan Lion Air sementara untuk penerbangan plat merah (Garuda Indonesia) Rp2,2 juta .

Sementara itu saat ini Palu Batam melambung cukup tinggi mencapai dua kali lipat Rp3,7 juta rupiah. Kenaikan harga tiket gila-gilaan ini membuat masyarakat sensi terhadap Mentri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi.

Saya tidak mau panjang lebar, langsung ke pokok perkara yaitu meminta Presiden RI Joko Widodo untuk mencopot Budi Karya Sumadi dari jabatan tertingi Kementrian Perhubungan RI lantaran tak mampu mengendalikan melambungnya tiket pesawat.

Desas-desus reshuffle kabinet Jokowi jilid II semakin berdetak kencang bagaikan jantung mau copot. Diawali dengan terseretnya sejumlah menteri Jokowi ke pusaran dugaan korupsi.

Ada tiga menteri yang konon sulit mempertahankan posisinya di kabinet. Yakni Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menpora Imam Nahrowi.

Namun hari ini nama Menteri Perhubungan Budi Karya juga masuk sorotan. Namanya heboh dibahas kalangan netizen. Tak lain karena mahalnya tiket pesawat domestik, yang ternyata masih “terbang tinggi” sejak awal tahun.

“Kok Menhub tak mampu menurunkan harga tiket yang selangit itu? Begitulah tuntutan netizen. Maka tagar #PecatBudiKarya pun menggema di jagad Twitter. Bahkan sukses nangkring sebagai trending topik.

Dilansir detikcom, Senin (7/5/2019), Menhub Budi sama sekali tidak bersedia memberikan tanggapan atas hebohnya tagar itu. Ia bungkam tanpa jawaban.

Harus diakui memang, mahalnya tiket pesawat telah menimbulkan kegelisahan yang sudah cukup meluas. Tak hanya berdampak pada pelancong, tetapi juga berimbas pada lesunya perekonomian khususnya di sekitar bandara.

Ini karena calon penumpang kini banyak beralih menggunakan moda transportasi lain seperti kapal laut maupun angkutan bus.

Selain persoalan tiket, Menhub juga belum sukses menyelesaikan persoalan tarif angkutan online maupun regulasi lainnya, yang hingga kini masih terus menggantung.

Dengan rapor merah itu, apakah Menhub akan masuk dalam daftar menteri yang bakal kena reshuffle Jokowi? Kita lihat saja. Yang jelas, kekuatan netizen seringkali sukses mempengaruhi keputusan pemegang kekuasaan.***

Tangkap layar kenaikan tiket penerbangan RI
Kenaikan harga tiket pesawat terbang berdampak serius pada turunnya penumpang dari dan ke kota tujuan. Foto: Istimewa

loading...