PosRakyat – Pemerintah Indonesia memberangkatkan bantuan tahap 1 ke Turki, Sabtu 11 Februari 2023.
Indonesia turut berduka atas bencana gempa bumi magnetudo 7,7 yang mengguncang Turki dan Suriah pada Senin, 6 Februari 2023 lalu.
Baca Juga: Aparatur Negara Wajib Laporkan Harta Kekayaan
Diketahui, pusat gempa berada 26 km selatan Nurdagi, Turki dan berdampak sangat besar hingga terhadap Turki.
Adapun korban meninggal yang diakibatkan gempa bumi tersebut sebagaimana disampaikan pejabat dan petugas medis yakni 20.665 orang tewas di Turki dan 3.553 di Suriah. Total keseluruhan korban meninggal dunia kedua negara tersebut kurang lebih 24.218 orang.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi dengan Ketinggian di Atas Puncak 600 meter, Warga Diminta Waspada
Menyikapi hal ini, Presiden Jokowi lantas memerintahkan para Menteri dan pimpinan lembaga untuk mengirim bantuan kemanusiaan kepada pemerintah Turki dan Suriah.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mendampingi Menko Pemberdayaan Manusia dan Kemanusiaan, Menteri Pertahanan, Menteri Kesehatan, Panglima TNI, Asops Kapolri dan Kepala Basarnas melepas tim kemanusiaan dari pemerintah Indonesia menuju Turki.
Baca Juga: Buronan Korupsi Pengadaan Buku di Lampung Tengah Berhasil Diamankan Tim Tabur Kejagung
Bantuan ini merupakan gelombang pertama dan serangkaian tim dan dukungan logistik yang akan dikirim ke Turkiye dan Suriah.
Saat memimpin apel pelepasan tim kemanusiaan Indonesia, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, tim tahap pertama akan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada Sabtu 11 Februari 2023.
Baca Juga: Hari Ini, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Potensi Cuaca Buruk di Beberapa Wilayah Indonesia
“Bantuan tahap pertama yaitu Middle Urban Search and Rescue Team (MUSAR) 47 personel beserta peralatan lengkap didampingi 15 tim pendamping dari BNPB, ditambah personel dari Kementerian Luar negeri. Total tim yang diberangkatkan 62 orang dan bantuan logistik sebanyak 5 ton dari Kementerian Pertahanan,” ujar Muhadjir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta hari ini.
Pemberangkatan Tim MUSAR menjadi prioritas mengingat pentingnya pencarian dan penyelamatan korban yang tertimbun reruntuhan bangunan selama masa kritis.
Tim diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Hercules C 130 dan Boeing 737.
Ia menambahkan, tahap berikutnya akan dikirimkan tenaga medis, obat-obatan dan peralatan rumah sakit lapangan.
“Bantuan tahap kedua yang terdiri dari Emergency Medical Team (EMT) sebanyak 105 personel lengkap dengan obat-obatan, peralatan rumah sakit lapangan untuk melakukan operasi darurat di lapangan. Tim akan diberangkatkan Senin, 13 Februari 2023 menggunakan pesawat Garuda Indonesia,” kata Muhadjir.
“Kemudian akan dikirimkan bantuan tahap tiga berupa logistik, peralatan dan bantuan lainnya,” jelas Muhadjir.
Sebagai informasi USAR memiliki kemampuan untuk melakukan operasi pencarian, pertolongan dan penyelamatan korban terperangkap runtuhan bangunan berkualifikasi internasional.
Baca Juga: Jaksa Jebloskan Dua dari Empat Terpidana Korupsi Pengadaan Kapal ke Lapas IIB Tolitoli
Kemudian, pemberian perbantuan medis serta didukung dengan anjing dengan tipe SAR Dog dan K-9.***
Sumber: InfoPublik









