Polemik Muslim Uighur di Cina, Indonesia Di Tuntut Berperan Aktif

oleh -
Muslim Uighur (Foto : Istimewa)

Posrakyat.com. Salah satu permasalahan dunia yang menjadi pusat perhatian saat ini adalah penahanan muslim Uighur di Xinjiang, Cina. Muslim Uighur telah menjadi etnis minoritas di Cina sejak puluhan tahun lalu. Polemik diskriminasi, penahanan, dan penyiksaan muslim Uighur di Cina ini mengundang sejumlah orang untuk menyerukan keberadaan HAM di dunia. Bukan hanya dalam jumlah banyak layaknya sebuah organisasi, petinggi-petinggi negara dan bintang populer dunia pun ikut turun beropini.

Salah satu yang menyita perhatian adalah Mesut Ozil, pesepak bola Klub Arsenal. Ozil mengeluarkan sebuah cuitan di instagramnya pada 13 Desember 2019 yang isinya seolah mengkritik dunia yang tak bergeming mengenai pembantaian muslim Uighur. Setelah cuitan tersebut, pada 15 Desember 2019, dikutip dari Tarbiyah.net, Addie Massardi selaku Koordinator  Gerakan Indonesia Bersih (GIB) mengatakan di cuitannya di Twitter bahwa Ozil sedang menyindir negara mayoritas muslim termasuk Indonesia.

Sejumlah protes dilakukan oleh beberapa wilayah di Indonesia. Jum’at kemarin (20/12), sejumlah orang yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Uighur (Solighur) melakukan unjuk rasa didepan kantor Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina, kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Dikutip dari Tempo.co, unjuk rasa tersebut bertujuan meminta kedutaan besar Cina di Indonesia untuk menghentikan penyiksaan, penahanan, dan diskriminasi yang di lakukan Cina dalam hal beragama.

Selain di Jakarta, aksi unjuk rasa di Palu juga tak bisa terhindarkan. Tak ingin di nilai hanya berdiam diri, masyarakat Palu yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) juga melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah di Palu, Sulawesi Tengah pada Jum’at kemarin (20/12). Unjuk rasa ini dimaksudkan agar pemerintah dapat mengambil peran aktif dalam pembebasan dugaan penahanan Muslim Uighur di Xinjiang, Cina.

 

Editor : ZF

loading...