Ketua Komisi III DPRD Sulbar, Rayu saat itu mengatakan, akan segera menindaklanjuti usulan warga Pangiang terkait tanggul.
Sama halnya Muhammad Yusri Nur, juga mengaku akan menyampaikan ke Kementerian PU soal itu, apalagi dia sudah pernah berkunjung ke titik lokasi yang terdampak air bah dan banjir.
“Kami sudah menyampaikan ke balai dan PU. Tinggal kementerian. Saya akan mengajak kepala desa Pangiang untuk bertemu langsung pihak kementerian PU,” aku Yusri.
Sebagai antisipasi, pemerintah desa, babinsa, dan warga Pangiang tak tinggal diam. Bahu-membahu, Jumat, 28 Februari 2020, mereka melakukan bakti membangun tanggul sementara dengan tumpukan karung berisi pasir.
Hal itu dilakukan guna membendung ancaman air laut yang tiba-tiba meluap saat air pasang atau sungai banjir ketika musim hujan.
Meski demikian, kades beserta warga tetap berharap kepada semua pihak agar memberikan perhatian, sebab, apa yang dilakukan warga dan pemdes hanya untuk menggugah hati para pemangku kebijakan.
Arham Bustaman






