PosRakyat – Rehabilitasi konstruksi jaringan irigasi Gumbasa yang dikerjakan PT Pembanguan Perumahan (PP) di kabupaten Sigi dipertanyakan sejumlah pihak. Pasalnya, dinding saluran irigasi itu dibeberapa titik sudah mengalami retak dan pecah.
“Terlihat lining precaste beton saluran irigasi sudah mengalami kerusakan. Tapi anehnya lining beton yang sudah retak – retak itu malah dibiarkan dan hanya di tambal dengan semen biasa,” kata Ketua Forum Peduli Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (FPPD Sulteng), Eko Arianto kepada PosRakyat.com, Kamis, 31 Agustus 2023.
Baca Juga: Anggota Dewan Pers Ingatkan Pentingnya Menjaga Etika Jurnalistik
Berdasarkan fakta di lapangan lanjut Eko, tampak pembanguan saluran irigasi Gumbasa itu terkesan dikerjakan asal jadi. Hal ini diduga pihak kontraktor berburu waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut yang semakin mepet hingga saat ini.
Ia meminta kepada pihak kontraktor pelaksana PT PP agar dalam melaksanakan pekerjaan tersebut juga dapat memperhatikan kualitas pekerjaannya yang terkesan alas – asalan itu.
“Kami berharap pihak PT PP memperhatikan kualitas pekerjaannya. Apalagi setahu kami PP ini adalah perusahaan pelat merah yang tak semestinya menghasilkan pekerjaan yang berkualitas rendah,” tegas Eko.
Baca Juga: Proyek Jalan Nasional Wilayah Satu Sulteng Gunakan Material Ilegal, APH Diminta Jangan Tutup Mata
Senada dengan Eko, salah seorang warga masyarakat bernama Jaya yang berada di lokasi pembanguan saluran irigasi saat itu kepada media ini mengatakan bahwa di bagian saluran lainya yang menggunakan lantai kerja diduga tidak sesuai ketebalan yang di tentukan.
“Lantai kerja saluran irigasi itu terlihat tipis, kurang dari 5 centimeter. Masak si ada lantai kerja tebalnya sekira 1 centimeter begitu. Menurut kami ini diduga disengaja untuk mendapat keuntungan yang lebih besar,” katanya.
Sementara, Humas PT PP, Hadi saat dikonfirmasi PosRakyat.com terkait ketebalan saluran itu mengatakan, ketebalan lantai kerja saluran tersebut adalah 5 centimeter.
Baca Juga: Proyek Lapangan Desa Kinopasan Bermasalah, Kades Malas Ngantor
“Saya bisa komplain mandor pak. Ini tidak sesuai dengan juklak kerja,” kata Hadi via WhatsApp, Kamis, 31 Agustus 2023.
Diketahui, Rehabilitasi konstruksi Gumbasa paket lll sepanjang 8,3 kilometer itu melekat di Balai Wilayah Sungai Sulawesi III yang dibiayai dari Asian Development Bank (ADB) dengan anggaran senilai Rp 256 miliar.***
(ZF)









