FPPH Tolak Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

oleh -
Palu, Posrakyat.com –  Forum Pembebasan dan Pemutihan Hutang ( FPPH) Palu yang merupakan forum yang memperjuangkan hak – hak korban bencana di Palu, sigi, dan Donggala (Pasigala) mendeklarasikan penolakan terhadap berita hoax dan ujaran kebencian  di kota palu.

Kesepakatan untuk mendeklarasikan penolakan berita hoax itu saat ini banyaknya berita-berita melalui media sosial yang belum dapat dipastikan kebenarannya, yang pada gilirannya hanya membuat keresahan dan merugikan masyarakat.

“Di zaman serba digital, informasi mudah sekali diakses melalui berbagai media, termasuk media sosial yang sebenarnya belum pasti benar. Namun karena penyebarannya yang cepat akhirnya menimbulkan keresahan warga,” kata ketua FPPH Sunardi Katili  usai deklarasi penolakan berita hoax.

Ia mengatakan, pada perkembangan zaman yang sudah serba digital, ragam informasi mudah menyebar. Namun masyarakat sebaiknya tidak harus langsung percaya dan perlu menelaah dan mengkroscek kebenaran pemberitaan yang menyebar itu sehingga tidak merugikan diri sendiri atau pihak lain.

“Dalam hal ini sikap bijak dan cerdas dalam menerima setiap informasi harus benar-benar disaring dahulu. Apalagi kita langsung menyebarkan informasi tersebut tanpa mengetahui kebenarannya. Sehingga  kita sendiri yang rugi dan bisa terjerat dengan  undang-undang. Jelasnya.

Sunardi Katili mengapresiasi tindakan serta langkah yang dilakukan oleh Polda Sulteng  yang telah menginisiasi gerakan penolakan penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian yang merupakan bagian dari upaya penyesatan informasi yang dapat merugikan semua pihak. Sunardi berharap , masyarakat harus cerdas dalam menggunakan perangkat teknologi terutama dalam mengakses informasi, serta harus bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

“Mengingat saat ini negar kita sedang melaksanakan pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang, tentunya mari kita sambut bersama dengan menjaga stabilitas keamanan demi keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa, agar pemilu belaku jurdil dan damai.

Selanjutnya kita ketahui bersama bahwa di era digital ini tidak bisa dibendung lagi arus globalisasi serta teknologi informasi yang  sudah menyentuh masyarakat banyak hingga ke polosok desa terutama yang paham akan alat digital. Termasuk pula  dalam penggunaan telepon genggam yang dilengkapi dengan aplikasi pencarian informasi baik melalui situs maupun lewat medsos kita harus benar-benar bijak dan cerdas menyikapinya,” ungkap ketua FPPH .

loading...