FSGI Lakukan Survei Kesiapan Sekolah dalam Menghadapi Normal Baru

oleh -
Ilustrasi

Posrakyat.com – Penutupan sekolah-sekolah di Indonesia selama pandemi telah berlangsung cukup lama sejak dimulainya pada 16 Maret 2020.

Namun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai mengizinkan pembukaan sekolah di wilayah zona hijau.

Menanggapi hal ini, Federasi Serikat Guru (FSG) Indonesia mengapresiasi kebijakan tersebut. Namun, ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan jika kebijakan ini diberlakukan.

FSGI turut melakukan survei yang melibatkan sebanyak 1.656 responden meliputi guru, kepala sekolah, manajemen sekolah, dan/atau yayasan di 34 provinsi dan 245 kota/kabupaten mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah di Indonesia.

Dilansir Kompas.com, survei yang dilakukan oleh FSGI menunjukkan sebanyak 55,1 % sekolah belum siap menghadapi new normal dalam hal kegiatan belajar-mengajar tersebut.

Kendala yang dialami oleh sekolah berdasarkan survei yang dilakukan pada 6-8 Juni tersebut adalah kesiapan sarana-prasarana dan anggaran sekolah.

“Ada 53 persen responden sekolah yang belum siap dari segi sarana prasarana penunjang pembelajaran untuk mendukung kenormalan baru, terutama di zona hijau,” ucap Wakil Sekretaris Jenderal FSGI, Satriwan Salim dalam paparannya melalui video virtual, Selasa (16/6/2020).

Selain itu, 49,2% permasalahan terkait protokol kesehatan yang belum disosialisasikan oleh Kemendikbud di masa normal baru.

Kendala anggaran sebanyak 47% juga menjadi fokus pelaksanaan kegiatan ini. Masih banyak sekolah yang belum memiliki sumber uang dalam pemenuhan sarana dan prasarana.

Jika dialihkan dengan menggunakan Dana BOS, permasalahan ini belum selesai. Ini dikarenakan setiap sekolah memiliki masalah lainnya tersendiri seperti gaji guru, perlengkapan kelas, bahan mengajar, dan lainnya.

“Harus ada alokasi anggaran khusus di luar Dana BOS untuk memenuhi kebutuhan penyediaan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan di masa kenormalan baru nanti,” kata Satriwan.

Survei tersebut dianalisis menggunakan kaji kecenderungan jawaban atau pilihan terhadap pertanyaan yang diajukan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner terbuka dan tertutup berbasis web dengan menggunakan aplikasi Google Form yang kemudian disebarluaskan melalui Whatsapp ke seluruh jaringan FSGI.

Tujuan dilakukannya survei ini adalah untuk mengetahui kesiapan sekolah dalam menghadapi normal baru.

 

Editor : RE

loading...