Joe Biden Umumkan Proposal Anggaran 6,9 Triliun USD untuk Tahun Fiskal 2024

oleh -
oleh
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden

Biden menegaskan dalam sebuah pesan tertulis yang ditujukan untuk Kongres AS bahwa proposal anggaran ini akan mendorong keadilan pajak dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Namun, reaksi terhadap proposal anggaran Biden bermacam-macam. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS yang dikuasai oleh Partai Republik, Kevin McCarthy, pada Kamis menolak anggaran Biden dan mengatakan bahwa permintaan anggaran Biden sama sekali tidak serius. McCarthy menuding bahwa Washington memiliki masalah pengeluaran, bukan masalah pendapatan.

Menurut proposal anggaran Biden, pengeluaran Pentagon akan melonjak menjadi 842 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2024, naik 26 miliar dolar AS atau 3,2 persen dari level yang diberlakukan pada 2023. AS telah banyak dikritik karena pengeluaran yang sangat besar untuk aktivitas militer. Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional tahun fiskal 2023 mengalokasikan hampir 817 miliar dolar AS untuk Pentagon.

Andrew Lautz, direktur kebijakan federal untuk National Taxpayers Union dan National Taxpayers Union Foundation (NTUF), pada Kamis menulis bahwa NTUF skeptis terhadap permintaan anggaran pertahanan Biden 2024, dan percaya bahwa semua pembayar pajak seharusnya juga demikian. Ratusan warga Amerika berpartisipasi dalam sebuah unjuk rasa di Washington DC pada bulan lalu untuk memprotes aliran dana besar-besaran ke Ukraina, serta peran AS dalam konflik Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Komisi VII DPR RI Dorong Pertamina Tingkatkan Teknologi Cegah Kebakaran

Meskipun beberapa warga Amerika meragukan anggaran militer yang besar, kebijakan pertahanan tetap menjadi prioritas utama bagi Amerika Serikat. Dalam hal ini, proposal anggaran Biden menunjukkan komitmen untuk memperkuat pertahanan negara dan mewujudkan stabilitas global. Namun, dalam rangka mencapai tujuan tersebut, akan dibutuhkan biaya yang besar.***