Kejari Tolitoli Terus Lakukan Pemeriksaan Terkait Indikasi Penyimpangan Anggaran Porprov

oleh -
oleh

Lanjut Kajari, bahwa saat ini penyidik terus melakukan pemeriksaan, untuk mendalami dugaan penyimpangan dana Hibah yang di kelola KONI Tolitoli tahun anggaran 2022 termasuk anggaran Porprov Rp 1,9 Miliyar.

Dikabarkan sebelumnya, dimana anggaran Porprov Rp 1,9 miliyar yang di kelola KONI Tolitoli terungkap setelah 250 atlit, 69 Official, 69 pelatih serta asisten pelatih yang mengikuti ajang Porprov IX di Kabupaten Banggai hingga kini belum dibayarkannya insentif dan bonus para atlit yang meraih medali.

Adapun besaran anggaran tersebut yakni kurang lebih Rp300 juta, padahal anggaran yang cukup fantastis itu sudah di cairkan melalui Bagian Kesra Sekretariat Daerah Tolitoli.

Selain insentif atlit yang belum di bayarkan, hal tersebut juga datang dari pemilik Perkumpulan Oto (PO) Nurul Kiki, Nasir dimana menurutnya mobil yang di gunakan oleh kontingen Tolitoli saat mengikuti Porprov sampai dengan saat ini belum juga di bayarkan, dan pihaknya juga berencana akan melaporkan ke kepolisian.

“Saya masih ambil jalur kekeluargaan, namun kalau tidak ada kejelasan kapan di bayarkan penyewaan mobil senilai Rp40 juta, saya akan laporkan ke polisi,” kata pemilik Nasir.

Menurut Nasir, besaran penyewaan mobil yang di sepakati dengan pengurus KONI sebesar Rp 50.500.000 yang baru di bayarkan Rp 10 juta, dan sisanya akan di bayarkan setelah selesai Porprov, namun sampai saat ini setelah dua minggu selesai Porprov belum juga di bayarkan.

“Iya, komitmennya dengan KONI pembayarannya nanti selesai Porprov baru di bayarkan, tetapi sampai saat ini semua pengurus KONI yang bertanggungjawab menghindar dengan alasan yang tidak jelas,” keluhnya.***

(RM)