Pengungsi Bencana Palu di Tipo Keluhkan Pendataan Tak Merata

oleh -
Foto: Istimewa

Palu, Donggala – Sejumlah pengungsi korban gempa dan tsunami Kota Palu, Sulawesi Tengah yang terjadi 28 September 2018 lalu mengeluhkan sejumlah bantuan yang tidak didapat, misalnya jatah hidup dan juga pendataan yang tak merata.

Kondisi itu terjadi di Hunian Sementara (Huntara) RT 01 RW 02 Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu. Warga yang sempat didata tidak mendapat jatah hidup yang telah ditetapkan Rp10 ribu per harinya oleh pemerintah.

Ari Fandi Nugroho misalnya, salah satu pengungsi korban gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala mengeluhkan kejadian yang dialaminya itu.

“Saya tidak masuk dalam pendataan karena oleh RT sini saya dianggap mampu. Ini bukan soal mampu dan tidak, ini adalah soal bencana. Biar pejabat atau siapapun dia kita semua korban,” keluh Ari Rabu (7/8/2019).

Ia menyayangkan sikap yang menangani di Huntara di wilayah itu yang melakukan pendataan diduga tidak merata, Ari meminta pihak terkait melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Ia bahkan menduga bantuan yang ada tidak tersalurkan ke Huntara yang dia tempati.

“Saya mewakili warga Huntara di sini. Warga siap memberikan kesaksian,” tegasnya.

Ia menegaskan bahawa dirinya tidak menuduh siapa pun di RT RW tersebut, namun yang jelas bantuan dan pendataan tidak merata di Huntara yang dia tempati.

“Saya tak menyalahkan siapa saja, benar bahawa bantuan Jadup itu tidak pernah saya terima satu sen pun selama ini sejak gempa dan tsunami,” tegas Ari.

Huntara di Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi Palu. Foto: Istimewa
Huntara di Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi Palu. Foto: Istimewa
Diduga di Huntara di wilayah melakukan pendataan diduga tidak merata. Foto: Istimewa
Diduga di Huntara di wilayah melakukan pendataan diduga tidak merata. Foto: Istimewa

Reporter: S. Wijaya

loading...