PETI Sungai Tabong Kembali Beraktivitas, Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat dan Seorang Tokoh di Buol

oleh -
oleh
Tampak diantara alat berat yang diduga digunakan untuk mengeruk material PETI di Sungai Tabong, Kabupaten Buol, Sulteng. Foto: Istimewa

PosRakayat – Lokasi penambangan ilegal sungai Tabong di desa Kokobuka, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, Sulteng kini kembali beroperasi.

Berdasarkan informasi yang himpun media ini disebutkan bahwa ada sejumlah orang dengan menggunakan alat berat (excavator) tengah menggarap lokasi penambangan emas ilegal di Sungai Tabong yang mana sebelumnya telah ditertibkan oleh Polda Sulteng tersebut.

Baca Juga: Situasi PT GNI di Morowali Utara Mulai Membaik Pasca Bentrok

Baca Juga: APH Diminta Usut Dugaan Penyimpangan Pembangunan Jembatan Akses Utama Huntap Tondo – Talise, Ini Faktanya

Baca Juga: Sudah Setahun Selesai Dikerjakan, Sejumlah Kerusakan pada Pembangunan Jembatan Akses Utama Huntap Tondo – Talise Tak Tertangani 

Menurut sumber yang ingin dirahasiakan identitasnya, bahwa pelaku penambangan ilegal kali ini baru pertama kali masuk ke lokasi PETI Sungai Tabong.

“Mereka sudah pernah melakukan kegiatan di lokasi Kokobuka. Perkiraan sekitar 15 km dari Kokobuka, karena hasilnya kurang,” ungkap sumber, Selasa, 17 Januari 2023.

Adapun jumlah alat berat yang dipergunakan berupa excavator untuk mengeruk material telah diangkut menuju lokasi dari arah Desa Salusu Pande, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli.

“Karena jika dari arah Desa Kokobuka, Kabupaten Buol menuju ke lokasi Sungai Tabong tidak dapat diakses,” ungkapnya.

Akses itu harus melewati hutan belantara dan tanjakan yang cukup terjal. Mereka menganggap jalur tersebut sangat berbahaya.

“Mess mereka ada di depan kantor Camat Baolan, bahkan alat berat yang diangkut ke lokasi juga mendapat pengawalan dari oknum aparat keamanan,” kata sumber.

Lanjut dia, untuk menuju ke lokasi tambang ilegal di Sungai Tabong jalur satu-satu yang dilintasi adalah jalur perusahaan kayu milik PT Pitu Lempa di sekitar Desa Salusu Pende.