BSU BPJS Ketenagakerjaan Akan Cair Tahun Ini, Simak Penjelasannya

oleh -
Ilustrasi

PosRakyat – Bantuan Subsidi Upah (BSU) BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Tahun 2020 sudah berjalan sementara tahun 2021 masih menuggu kabar.

Baca Juga: Ketua DPRD Pimpin Rombongan Kunker di Mamuju Tengah

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan akan mengusahakan pencairan BLT subsidi gaji atau bantuan subsidi upah (BSU) pada tahun ini.

Baca Juga: Amanda Manopo Putus dengan Billy Syahputra, Begini Ramalan Denny Darko

Namun kata Ida, ada perbedaan dengan pencairan subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan tahun lalu, dimana subsidi gaji pekerja tahun ini akan dicairkan ke rekening pekerja secara terbatas.

Baca Juga: Soal Tambang Emas Ilegal, Agussalim : Segera Bentuk Tim Independen

Lanjut Ida, bahwa pencairan BLT subsidi gaji hanya menyasar untuk pekerja yang terdaftar sebagai penerima BLT di gelombang I, tapi belum mendapatkannya pada gelombang II.

Baca Juga: Demokrat Sulteng Solid Dukung Ketum AHY, AH Bakal Pecat Kader Tak Loyal

“Realisasi kita sudah 98,92%, jadi sudah hampir 100%. Ada sedikit yang karena kita sudah tutup buku harus dikembalikan pada kas negara, jika memang sudah memenuhi syarat kami akan ajukan kembali ke Kementerian Keuangan untuk bisa diproses,” terang Ida seperti dikutip Insulteng dari Antara beberapa waktu lalu.

Pemerintah pada 2020 memberikan subsidi gaji yang merupakan bantuan saat pandemi untuk para pekerja dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta yang disalurkan dalam dua termin.

Pada termin pertama Agustus-September 2020 telah disalurkan Bantuan Subsidi Upah kepada 12.293.134 orang sementara untuk gelombang II November-Desember 2020 disalurkan kepada 12.244.169 orang.

“Yang tersisa sepanjang memenuhi syarat maka akan kami mintakan kembali kepada Kementerian Keuangan,” tambah Ida.

Ida juga memastikan bahwa tidak ada rencana pengadaan BLT subsidi gaji pada 2021 dengan pemerintah akan mengandalkan Kartu Perakerja untuk memberikan bantuan bagi pekerja terdampak pandemi Covid-19.***