Atas temuan tersebut pihaknya akan langsung meminta keterangan beberapa pemilik swalayan maupun toko yang beberapa hari terakhir mengeluh karena sulit mendapatkan stok dari gudang yang diketahui milik Harpin selaku direktur CV. Sumber Bahagia salah satu distributor.
“Adanya salah satu Swalayan yang mengaku Sulit mendapatkan minyak goreng, akan kami jadikan bukti keterangan untuk diselidiki. Terima kasih teman-teman LSM dan Wartawan sudah memberikan informasi ini,” pungkas Kapolres.
Pihaknya berjanji akan mengusut masalah ini, agar bisa disimpulkan modus dibalik dugaan penimbunan minyak goreng tersebut. Jika ditemukan unsur pelanggaran pidana, pihak akan bertindak tegas, namun jika tidak pihaknya menegaskan kepada pemilik, agar minyak goreng tersebut segera disalurkan dengan cepat agar tidak terjadi kelangkaan.
Harpin, pemilik gudang saat dimintai keterangannya, mengaku tidak tau persis berapa jumlah stok yang ada dalam gudang miliknya tersebut, ia mengaku tidak memiliki data yang disampaikan secara lisan.
“Berapa jumlahnya saya tidak tau lagi, karena semua tercatat di komputer. Dalam gudang ini sudah ada separuh yang tersalur, yang ada sekarang sementara akan disalurkan,” jelasnya.
Menanggapi adanya beberapa keluhan Swalayan yang sudah sekitar 4 hari lamanya meminta membeli namun belum dilayani, Harpin mengaku hal itu terkendala proses administrasi yang berlaku pada sistim penjualan di perusahaannya.
“Ada prosesnya pak, tidak bisa langsung terlayani, sudah seperti itu prosedur yang berlaku pada kami, harus bersabar, ” jelasnya lagi.
Berdasarkan data Dinas Perdangangan Tolitoli, terhitung tanggal 8 Maret 2021 lalu, sebanyak 12.096 dos minyak bersubsidi kemasan 1 dan 2 Kg masuk ke gudang milik CV. Bahagia Bersama tersebut.
” Kalo mengacu data, per tanggal 8 Maret lalu sebanyak 12.096 dus, tapi sekarang jumlah tidak tau lagi, mungkin sudah ada yang tersalur,” jelas Zulkifli, selaku Sub Koordinator Distribusi dan Logistik Dinas Perdagangan Tolitoli.
Penulis: RM






