PETI di Kabupaten Parigi Moutong, 5 Ditetapkan Tersangka 3 Diantaranya Dalam Pencarian Polisi

oleh -

PosRakyat – Polisi sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka, dua dilakukan penahanan dan tiga masih dalam pencarian terkait penyidikan pertambangan tanpa ijin (PETI) di Desa Buranga Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Baca Juga: Curi Barang di Masjid Hasilnya Untuk Beli Narkotika

“Penyidik Polres Parigi Moutong telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dugaan tindak pidana pertambangan ilegal di Desa Buranga Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong,” Ungkap Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto melalui keterangan resminya di Palu, Rabu.

Baca Juga: Ansor Sulteng Dukung Polri Berantas Penyebar Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

Didik juga mengatakan kegiatan pertambangan ilegal yang sempat menelan enam korban meninggal dunia karena tertimbun longsoran itu terjadi pada  24 Pebruari 2021, korban rata-rata adalah penambang emas yang dilakukan dengan cara mendulang.

Baca Juga: Membangun Zona Integritas, Wakapolda Sulteng Pimpin Studi Banding ke Polda Jateng

Selain itu kata Didik, di lokasi tambang emas ilegal tersebut juga ditemukan empat unit alat berat jenis excavator dan ini ada keterkaitan dengan aktifitas pertambangan yang mereka lakukan.

Mantan Wadirreskrimum Polda Sulteng ini juga menerangkan, dua orang yang ditetapkan tersangka berinisial JMN warga Sengkang Sulsel dan MDL warga Sausu Kabupaten Parigi Moutong keduanya operator excavator, sementara tiga tersangka yang masih dalam pencarian adalah BBT merupan pemodal warga Bombana Sulawesi Tenggarara,  KHR dan DE operator excavator warga asal Sulsel.

Turut disita polisi adalah empat unit excavator, satu unit mesin dompeng dan selang air.

Sementara terhadap para tersangka, penyidik menjerat sebagaimana pasal 158 dan 161 UU Nomor 3 tahun 2020 tentang Minerba dan pasal 98 UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup dengan ancana pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 10 Milyar.***