Penasehat Dewan Keamanan Amerika Serikat, Robert O’brien mengatakan penyerangan tersebut sebagai wujud penghentian perang kanjutan atau berupa keputusan maju. Ia mengatakan memiliki badan intelijen handal yang menyatakan Iran sedang membuat taktik untuk menyerang Amerika.
Melalui pidato resmi saat pemakaman Jenderal Qaseem Soleimani yang disiarkan melalui stasiun televisi, Iran akan menghadiahkan US$ 80 Juta atau sekitar 1,1 Triliun Rupiah bagi siapa saja yang dapat membawa kepala Trump.
“Siapapun yang bisa membawa kepala orang gila berambut kuning, akan kami berikan US$ 80 juta atas nama negara besar Iran. Bersoraklah jika setuju.”
Dikutip Tribunnews.com, pengamat terorisme, Al Chaidar, mengatakan bahwa konflik antara Amerika dan Iran tersebut tidak memiliki dampak besar bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan kelompok Iran di Indonesia tidak memiliki motif teologis yang kuat untuk melakukan tindakan yang bersifat teroris. Kemenlu Indonesia menghimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri agar tidak memperburuk situasi yang ada.
“Indonesia prihatin dengan eskalasi situasi yang terjadi di Irak. Kami meminta semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi,” tulis rilis tersebut.
Editor : ZF






