Posrakyat.com, DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala terus memacu kembali peningkatan produksi beras menyusul adanya penurunan luas lahan dan produksi dalam dua tahun lalu. Di antara upaya yang dilakukan melalui pembinaan dan pemberian peralatan petani sawah dalam mengolah hingga memanen hasil padi agar swasembada beras tetap bisa dipertahankan.
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Donggala, Harri Soetjahyo, S.Pt, hingga saat ini Donggala menempati urutan keempat penghasil beras dalam wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.
“Kantong-kantong produksi beras beras di Donggala terbanyak berasal dari empat kecamatan dalam memenuhi pencapaian swasembada yang mensuplai kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Donggala dan Kota Palu, yaitu Kecamatan Sojol, Dampelas, Balaesang dan Balaesang Tanjung,” jelas Hari pada media ini pekan lalu.
Menurutnya, penghasil beras terbesar di Sulawesi Tengah saat ini masih dipegang Kabupaten Parigi Moutong, kabupaten Banggai dan Kabupaten Sigi. Sejak lama ketiga kabupaten tersebut memang memiliki lahan pertanian sawah dan produksi padi yang cukup besar di antara kabupaten yang ada. Namun demikian, kabupaten Donggala masih juga dalam kategori swasembada beras yang mensuplai untuk pasaran di Donggala dan Kota Palu.
Berdasarkan data pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Donggala Kabupaten Donggala, kecamatan jadi andalan penghasil beras khusus di Donggala yaitu Kecamatan Sojol dengan luas tanam mencapai 6.990 hektar. Memiliki luas panen 6.626 hektar yang hasil produksi lebih dari 20.917 hingga 32.469 ton, kemudian Kecamatan Dampelas sebagai penghasil padi kedua dengan luas tanam 4.491 hekar dengan luas panen 4.550 hektare dengan produksi sebesar 21.839 ton. Sedangkan ketiga Kecamatan Balaesang dan Balaesang Tanjung dengan luas lahan sawah produktif 3.627 hektar dengan hasil produksi 18.322 to lebih. Penghasil beras terbanyak keempat adalah Kecamatan Sojol Utara dengan luas sawah 2.692 hektar dengan hasil produksi 12.927 ton lebih.
Menurut Ishak, meskipun produksi padi beberapa waktu lalu cenderung turun, tapi tidak terlalu berpengaruh dalam mempertahankan status sebagai kabupaten swasembada beras. Dalam pengembangan usaha tani Kabupaten Donggala dilakukan pula program mendorong petani melakukan pengelolaan secara agrobisnis. Di antaranya dalam pemanfaatan peralatan pertanian dari pemerintah digunakan secara kelompok dan ditangani secara mandiri baik pemeliharaan maupun pengelolaan, agar peralatan yang ada dapat digunakan jangka panjang.
Penulis; JAMRIN AB



