PT Uno Gas Manggala Jaya Diduga PHK Karyawan Secara Sepihak

oleh -
PT Uno Gas Manggala Jaya (posrakyat.com)

Tolitoli, Posrakyat.com – Sebanyak enam orang karyawan yang bekerja di PT Uno Gas Manggala Jaya Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah yang beralamatkan di jalan Syarif Mansur (Kampung Buol) Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, “Di DUGA” telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak terhadap karyawan yang bekerja di perusahaan pengisian ulang gas elpiji 3 Kg (Selasa, 25/8/2020).

Peristiwa PHK itu membuat sejumlah karyawan mengeluh dan akan segera menempuh jalur hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Fredi (30), salah satu dari korban PHK secara sepihak yang bekerja sebagai pengawas administrasi di lapangan di PT Uno Gas Manggala yang di dampingi karyawan yang di PHK di antaranya, Jupri, Arfandi Risman, Fredi Banua, Pandi Ahmad, dan Nandito, mengaku bahwa mereka di PHK secara sepihak oleh perusahaan PT Uno Gas Manggala Jaya di tempat mereka bekerja.

“Kami merasa, kalau pihak perusahaan tidak memberikan keadilan terkait PHK, apalagi tanpa adanya pemberitahuan,” ungkap Fredi.

Fredi menjelaskan, dirinya dipercaya bekerja sebagai pengawas di PT Uno Gas Manggala dan sudah berjalan selama 8 Bulan, dan merasa tidak punya kesalahan dan tidak pernah merugikan perusahaan, namun di PHK tanpa pemberitahuan.

“Saya terkejut, tahu-tahu saya langsung dipecat tanpa ada memberikan surat pemberitahuan atau surat peringatan (SP), padahal saya sudah bekerja selama 8 Bulan sebagai pengawas di perusahaan itu,” kesal Fredi.

Soal SP, lanjut Fredi, sama sekali mereka belum pernah menerimanya. Bahkan saat melaksanakan pekerjaan juga selalu hasilnya baik. Namun anehnya, pihak PT Uno Gas langsung mengeluarkan mereka tanpa adanya surat pemanggilan dan menjelaskan kesalahan mereka.

“Tanpa ada omongan dan surat pemutusan hubungan kerja sudah dicari pengganti saya dan dibuang begitu saja, jadi saya minta kebijaksanaan penghargaan selama saya bekerja di PT Uno Gas,” pinta Fredi yang juga didukung rekan-rekannya.

Para karyawan mengaku dalam waktu dekat akan mengadukan perusahaan ke Dinas Tenaga Kerja dan lakukan Hearing ke DPRD Kabupaten Tolitoli atau instansi terkait. Jika pihak perusahaan tidak juga memberikan hak-hak karyawan, mereka akan menempuh jalur hukum.

Di tempat terpisah, Darwis Suaib,SH selaku kordinator Bidang Pengawasan Korwil Satu Tolitoli – Buol Provinsi Sulawesi Tengah, saat di konfirmasi di ruang kerjanya mengatakan , apabila pihak perusahaan Melakukan pemutusan Hubungan Kerja Karyawan (PHK) secara sepihak itu jelas pelanggaran.

“Seharusnya pihak perusahaan harus terlebih dahulu melakukan surat peringatan (SP) sementara pihak perusahaan tidak melakukan hal itu , dan seharusnya pihak perusahaan harus melaporkan dulu ke Disnaker Bidang pengawasan dan hal itu juga di abaikan oleh pihak perusahaan,” terang Darwis.

Darwis menilai kalau semua itu tidak dilakukan oleh pihak perusahaan, jelas pihak perusahaan telah melakukan pelanggaran yang di atur di UU tenaga kerja 2003. Dengan lebih spesifik di atur di PP no 78 Tahun 2015 karena perlindungan upah ada di dalamnya.

“Bicara masalah karyawan, karyawan di sini memiliki hak-hak banyak walaupun dia punya pelanggaran dan tentunya harus ada surat peringatan (SP) dan kalau karyawan langsung di PHK secara sepihak tanpa ada dasar, hanya karna di landasi kebencian itu jelas pelanggaran di UU ketenagakerjaan,” tutup Darwis .

Edwin, selaku manager pihak perusahaan PT Uno Gas Manggala Jaya saat di temui di ruang kerjanya mengatakan kalau pihak perusahaan mengambil langkah untuk memutus hubungan kerja terhadap ke enam karyawan. Hal itu sudah jadi keputusan perusahaan walaupun tanpa adanya Surat Peringatan (SP).

“Ke enam karyawan yang di PHK itu pihak perusahaan menilai kalau pelanggaran itu sangat fatal. Walaupun pihak perusahaan tidak merinci dan enggan menjelaskan jenis pelanggaran yang di lakukan karyawan, sehingga kami langsung mengeluarkan (PHK).
Gaji dan pesangon kita sudah bayarkan semua kepada karyawan yang kami PHK sebesar Rp 2 juta sekian,” tutup Edwin. [Sahar L]