Bedah Rumah Diduga Tak Sesuai Spek, PPK BP2P Bilang Begini 

oleh -
oleh
Tampak rumah warga miskin yang telah di rehab melalui program BSPS yang dinilai besarnya biayanya kurang dari 20 juta. Foto: Ist

PosRakyat – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BP2P Wilayah Sulawesi II, Musniar M. Silondae tidak menjelaskan utuh perihal penggunaan material dinding seng atau spandek pada program BSPS.

Menurutnya, penggunaan material berbahan spandek diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat yang menerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bedah rumah.

Baca Juga: Kapolda Sulteng Diminta Turun Tangan Tangani Kasus Tambang Ilegal Mpoa Bulan Jaya

Musniar menegaskan program BSPS pelaku utamanya adalah masyarakat, jadi masyarakat sendiri yang menjadi perencanaannya.

Pemerintah melalui pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di BP2P menyalurkan dana bantuan BSPS sebesar Rp20 juta dana bentuk transaksi non tunai.

Baca Juga: Kelompok Tani Sawit Plasma Diharapkan Jaga Kamtibmas di Kabupaten Buol 

“Jadi masyarakat itu membeli, menunjuk toko sendiri kemudian membeli material sesuai kebutuhan,” ujar Musniar kepada wartawan, Ahad, 26 Februari 2023 lalu.

Oleh sebab itu, kata dia, pembelian material bahan bangunan diserahkan kepada masyarakat.

Baca Juga: Smelter Freeport di Gresik Beroperasi Tahun 2024

Namun, dalam pelaksanaan pembeliannya mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).

Beberapa bahan bangunan yang memenuhi standar kesehatan juga diperhatikan.

“Dari sekian standar material yang tidak bisa selain kayu, karena keterbatasan kita kemarin, kelangkaan material kayu di beberapa titik,” katanya.

Baca Juga: 461 Anak Terbunuh Akibat Perang Ukraina dengan Rusia

Sekali lagi Musniar menekankan, belanja material bahan bangunan kewenangan masyarakat, pilihannya apa.