Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri : Pentingnya Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

oleh -

PosRakyat – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, secara virtual, Jumat, 16 April 2021.

Baca Juga: Ketua Syam Organizer Poso Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas

Listyo Sigit Prabowo dalam kesempatan itu menekankan pentingnya pendampingan oleh aparat penegak hukum guna mencegah terjadi penyimpangan sehingga terciptanya suasana iklim investasi yang sehat.

Baca Juga: Ramadhan 2021, Pdt. Jetroson Rense Imbau Masyarakat Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

“Perlu pendampingan berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan seperti investasi baru, agar dikawal untuk memajukan iklim investasi, agar tidak ada penyimpangan,” ujar Sigit dalam audiensi tersebut.

Baca Juga: Sebanyak 2037 Orang Mendaftar Calon Anggota Polri di Polda Sulteng

Selain itu, Listyo Sigit juga memastikan bahwa, seluruh jajaran kepolisian bakal berkoordinasi dengan pihak SKK Migas untuk melakukan patroli di lautan.

“Kerjasama dengan Mabes Polri serta polda-polda untuk melaksanakan patroli di tengah laut,” ungkap Sigit.

Listyo Sigit menambahkan, Polri juga mendukung penuh program SKK Migas terkait dengan Road to 1 Milion atau 1 juta barel perhari. Sebab itu, perlu adanya komunikasi yang intensif antar-lembaga tersebut kedepannya.

Kesempatan yang sama, Dwi Soetjipto memaparkan soal PP 35 Tahun 2004 Tugas Pokok dan Fungsi SKK Migas serta kegiatan yang sudah dilakukan dan rencana kerja kebutuhan minyak dan gas di tahun kedepan, seperti rencana kerja 2021.

“Mempertahankan produksi dasar, transformasi R to P, water flood atau pengijeksian air, eksplorasi,” kata Dwi.

Dengan adanya tantangan dan harapan SKK Migas, Dwi menyebut, pihaknya berharap adanya komunikasi dan koordinasi yang intens antara pihaknya dan Polri.

“Tantangan dan harapan industri migas terdapat permasalahan di lapangan yang harus dikoordinasikan kedepan, dengan baik,” tutur Dwi.***